Sebaiknya mulai dari sekarang kita sudah memikirkan untuk berinvestasi, baik itu dalam bentuk bursa saham, deposito atau reksadana. Mumpung kita masih muda dan masih produktif lohh..
Sebelum menikah, aku dan mas selalu menyisihkan gaji kami sekitar 15% untuk reksadana.. dulu rencananya mas mau nabung dalam bentuk reksadana untuk biaya nikah kami. Dan alhasillll... menjelang 2 bulan sebelum pernikahan kami, ternyata krisis global melanda seluruh negara... oohh noo..
Karena sayang, akhirnya kita tetap mempertahankan jumlah unit yang ada. Untung ada dana lain untuk pernikahan kami ^_^
Soalnya kami tau prinsip berinvestasi yaitu jangan menaruh telur dalam satu keranjang..
Dan sekarang nilai NAB mulai naik lagi, dan kita ber2 berencana untuk menjual semua unit kita tambahan biaya DP rumah.
Hasil dari investasi itu lumayann lohh..
Jadi selain tabungan, deposito, aku sama mas udah sepakat, kalo kita ada duit lagi, maka akan kita gunakan untuk investasi di reksadana lagi.. hihihii..
Jadi semangadd nabung nihhh...
Sebaiknya begitu kita terima penghasilan, langsung dialokasikan untuk tabungan, asuransi, dan reksadana. Sisanya baru untuk operasional dan membayar cicilan2. Jadi menabung itu BUKAN SISA dari penghasilan kita.
biasanya ibu-ibu lebih suka menabung dalam bentuk Perhiasan emas.. Tapi aku sama sekali ga' tertarik deh.
Dan kalo ada penghasilan lebih, investasi dalam bentuk tanah atau rumah juga baguss tuh.. kan tanah ga' ada depresiasinya.
hhmm.. setelah menikah aku jadi belajar banyakk dari mas. kasarnya belajar IRITTT jadi kita bisa menabung. hihihiii.. Soalnya mas kan anak kos an, jadi dia tau perihnya bertahan hidup dengan uang sisa kiriman ortu dan hasil mengajar jadi asisten Lab..
hhmmm kira2 investasi apalagi yah yang menarik..??
Selasa, 19 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar